Story

Tanpa Modus

08.01 Patricia Dian 0 Comments




Kemarin disalah satu social media salah satu kenalanku, ada tulisan- tulisan yang membuatku entah mengapa tertarik untuk mengikutinya. Dalam sehari bisa dibilang dia termasuk orang yang rajin mengupload setiap kegiatan-kegiatannya. Kali ini aku tertarik membaca sebuah postingannya. Kebetulan dia seorang aktivis yang begitu rajin memberikan pelayanannya di salah satu Gereja tempat tinggalnya. Postingannya kali ini sebuah foto ketika dia sedang bertugas memberikan pelayanan di Gereja disertai dengan caption “Udah gak jaman agama Cuma buat di KTP, karena Iman tanpa perbuatan sama saja mati.”

Dalam beberapa detik banyak orang yang mengapresiasi apa yang dia lakukan terbukti dalam hitungan detik statusnya dibanjiri dengan puluhan like dan banyak juga yang memberikan komentar positif tentang apa yang dilakukannya. 
Entah apa yang membuatnya belakangan menjadi lebih sering memposting foto-foto dirinya saat memberikan pelayanan baksos, pelayanan kepada mereka yang membutuhkan, bahkan dia tak segan memposting bukti transfer saat dia memberikan bantuan untuk salah satu yayasan dengan nominal yang bisa dikatakan banyak.
Tidak mau menebak-nebak sebenarnya apa yang melatarbelakanginya melakukan hal demikian. Terlepas dari apapun alasannya aku ingin berpikiran positif dengan apa yang dilakukannya ini tidak lain adalah bentuk pelayanannya untuk sesama, adalah kerelaan hati memberikan dengan tulus tanpa pamrih, tanpa mengharapkan imbalan, tulus tanpa modus dan bukanlah sebuah pencitraan semata untuk memberikan nilai lebih pada dirinya, memberikan image positif terhadap dirinya atas penilaian orang lain. Dengan kata lain adalah bentuk kesombongan yang terselip dalam sebuah kerendahan hati. Semoga ini bisa membuka mata hati kita untuk lebih memikirkan ketika akan melakukan sesuatu,.Tidak ada yang salah memang dengan yang dilakukannya., Itu memang sebuah hal positif yang patut di apresiasi. Tetapi menjadi tidak wajar ketika yang dilakukannya hanya untuk kepentingan pamer. Marilah kita lebih bijak dalam  bertindak sebab ada tertulis “Ketika tangan kananmu memberikan sesuatu janganlah sampai diketahui oleh tangan kirimu”.
  

 

0 komentar: