Rabu, 25 Juli 2018

Menumbuhkan Kembali Budaya Mendongeng


Hari Dongeng Internasional atau Word Storytelling Day, tiap tahunnya jatuh pada tanggal 20 Maret. Peringatan hari dongeng sendiri bermula dari Negara Swedia yang selalu menggelar perayaan untuk memperingati hari dongeng. Dari sinilah kemudian banyak Negara mengadopsi perayaan serupa, hingga kemudian dunia sepakat untuk menetapkan tanggal 20 Maret sebagai Word Storytelling Day.

(Sumber: http://bit.ly/2LNK9RV)



Beragam perayaan digelar untuk memperingati hari dongeng, termasuk Indonesia. Tujuannya satu untuk menghidupkan kembali budaya mendongeng atau bercerita di kalangan anak-anak.


Di zaman now  kita menyadari aktivitas mendongeng mungkin tak sepopuler pada era gadged belum menjadi candu, atau berbagai game dan aplikasi bermunculan. Fenomena gadged lengkap dengan segala kecanggihan yang ditawarkan inilah kemudian yang di duga menjadi salah satu lunturnya minat membaca ataupun sekedar mendengarkan dongeng bagi anak-anak, dan membacakan dongeng bagi orang tua.


Berbahagialah kita yang pernah mengalami masa di mana buku-buku bacaan anak menjadi satu benda wajib yang harus dimiliki, atau kita yang sempat merasakan indahnya mendengarkan dongeng dari Bapak atau Ibu kita jelang tidur.


Dewasa ini kebiasaan mendongengkan cerita pada anak jarang dilakukan oleh orang tua. Berbagai alasan mulai dari kesibukan maupun kepraktisan menjadi alibi yang kuat.
Sehingga jangan heran jika kita akan semakin sulit menemukan anak-anak yang tak memiliki ketertarikan sedikitpun dengan kegiatan membaca. Karena orang tuanya sendirilah yang menjauhkan dari aktivitas ini.


Mendongeng adalah sebuah aktivitas membacakan cerita kepada anak-anak. Kedengarannya sepele, tapi tidak banyak yang melakukan. Sebagai orang tua, alangkah baiknya jika kita juga mengetahui ada begitu banyak manfaat dari aktivitas mendongeng. Selain untuk merangsang minat baca pada anak, kegiatan mendongeng akan menumbuhkan ikatan antara orang tua dan anak. Dengan terbiasa mendengarkan dongeng, imajinasi anak bisa tumbuh, belum lagi kemampuannya untuk menyerap kosakata kebih cepat dan banyak.


Masa kanak-kanak adalah periode emas, sebagai orang tua tentu tak ingin kehilangan momen berharga ini. Inilah waktu yang tepat untuk mengenalkan anak pada dunia yang akan membawanya bertumbuh menjadi anak yang peka, serta memiliki kecerdasan emosional.


Inilah salah satu alasan kenapa mendongeng bisa menjadi salah satu aktivitas yang dapat merangsang kemampuannya dalam berbicara dan memahami makna dari setiap cerita. Aktivitas mendongeng itu mengasyikkan, apalagi jika orang tuanya sendiri yang mau membacakan cerita untuk anaknya.


Yuk mulai dari sekarang kita tumbuhkan kembali minat baca pada anak-anak yang diawali dengan aktivitas mendongeng oleh orang tuanya.


Selamat membaca dan mendongeng….




Tidak ada komentar:

Posting Komentar