Rabu, 25 Juli 2018

Teh Kampul Dengan Lemon Tea, Serupa Tapi Tak Sama





Tahukah kalian minuman apa yang cocok di minum disegala musim? Jawabannya adalah teh. Minuman sejuta umat ini tidak perlu diragukan lagi, kepopulerannya berada di urutan kedua setelah kopi. 
Aneka olahan minuman dari teh bermunculan, mulai dari teh tarik, thai tea, buble tea, dll yang memakai teh sebagai bahan dasar. Di Solo ada satu minuman terbuat dari teh juga, namanya teh kampul.







Teh Kampul atau Teh Krampul adalah minuman yang mengkombinasikan teh panas dengan irisan jeruk nipis. Sekilas mirip dengan lemon tea. Tapi ada satu perbedaan mendasar antara keduanya, yaitu cita rasa yang dihasilkan.


Lemon tea, kita mengenalnya dengan perpaduan rasa manis juga asam dari perasan jeruk, sedang teh kampul cenderung memiliki ciri rasa yang sepet (sepat). Ini berasal dari teh yang hitam pekat berbaur dengan jeruk dan rasa manis dari gula. 


Di Solo atau Jogja, teh kampul bisa ditemukan di berbagai penjual nasi kucing atau wedhangan. Di sajikan secara ginastel (legi, panas, kentel) yang dalam bahasa Indonesia memiliki arti manis, panas dan juga kental. 


Teh Kampul nikmat disajikan  dalam keadaan yang panas, sehingga ada sensasi sendiri ketika mengecap manis, asam dan pahit dari teh yang memang dibuat hitam pekat ini.

Kampul sendiri memiliki arti terapung, sehingga teh kampul adalah teh terapung. Inilah yang menjadi ciri khas teh kampul. Jika biasanya pada lemon tea hanya perasan jeruk yang dipakai, jeruk yang sudah dipotong tipis dimasukkan dalam teh panas. Dengan begitu rasa jeruknya akan lebih terasa.


Ada filosofi menarik di balik segarnya teh kampul. Kita tahu dalam satu gelas teh kampul terdiri dari teh panas dengan rasanya yang sepat, jeruk yang asam, kemudian ditambahkan dengan manisnya gula. Kesemuanya membaur dalam satu tempat.


Dari sinilah kemudian masyarakat melestarikan kebiasaan minum teh kampul saat berada di kucingan atau wedhangan untuk nongkrong bersama. Konon, duduk-duduk, ngobrol, dan ngumpul bareng akan menjadi lebih rekat dan hangat saat menyantap teh kampul ini.


Tertarik untuk mencicipi teh kampul?


Tidak ada komentar:

Posting Komentar