Senin, 15 Oktober 2018

Sebelum Nonton Filmnya Baca Dulu Review Novel Hello Salma


Seperti kata pepatah tak kenal maka tak sayang, nah sebelum mengulas lebih jauh tentang novel “Hello Salma” ini, ada baiknya kita kenalan dulu sama si empunya novel yah.

Adalah Erisca Febriani. Dara manis asal Lampung ini berhasil menggiring kita untuk berimajinasi akan sosok Nathan dan Salma serta romantika yang mereka hadirkan. 


Erisca mengawali debut pertamanya sebagai penulis diusianya yang terbilang belia. Sejak duduk di bangku SMP, Erisca sudah aktif menulis di media sosial. Saat lulus dari bangku SMA, barulah Erisca menulis di Wattpad. Dari sinilah namanya mulai diperhitungkan sebagai salah satu penulis ternama melalui karyanya “Dear Nathan” yang menjadi best seller dan ceritanya diangkat ke layar lebar.

Seperti yang kita tahu, novel “Hello Salma” merupakan sekuel “Dear Nathan”, jadi baiknya sebelum membaca novel ini kita juga baca dulu novelnya terdahulu. Atau bolehlah kalo mau nonton filmnya yang sudah rilis tahun 2017 lalu ini.



Judul buku      : Hello Salma
Karya              : Erisca Febriani
Tahun terbit     : 2018
Penerbit           :Coconut Books
 


Novel Dear Nathan ini berkisah tentang Nathan, Salma, juga romantika masa putih abu-abu. Dengan gaya bahasa khas ala anak muda serta alur cerita yang mudah dipahami, si penulis berhasil mengaduk-aduk perasaan pembacanya. Terutama tentang Nathan, seperti halnya yang aku rasakan. Imajinasiku berkembang membayangkan seperti apa sosok Nathan, juga Salma. Hingga suatu ketika novel ini diangkat ke layar lebar, rasa penasaran semakin menjadi-jadi membayangkan siapa yang akan jadi Nathan dan Salma, yang merupakan tokoh utama. Dan rasa penasaran itu terjawab ketika tahu kalo si pemeran Nathan adalah Jefri Nichol, serta Amanda Rawles sebagai Salma. Yah meskipun tak seperti Nathan dan Salma yang ada dalam imajinasiku, tapi sejaih ini mereka cocoklah memainkan peran tersebut.

Berkisah tentang kehidupan Nathan, seorang pelajar SMA dengan kenakalannya yang khas seperti merokok, bolos sekolah, berantem, terlambat sekolah. Hingga suatu ketika pertemuannya dengan Salma, seorang murid yang berkebalikan dari Nathan. Sosoknya pendiam, anggota OSIS, anggota marching band, mading sekolah, dan selalu meraih juara di kelas, membuat Nathan jatuh hati. 

Salma yang semula tak menaruh rasa apapun pada Nathan, pelan-pelan mulai membuka dirinya untuk Nathan. Disinilah kisah cinta mereka dimulai. Seperti layaknya romansa cinta anak SMA, ada bumbu-bumbu seperti pertengkaran, sayang-sayangan, orang ketiga serta kisah persahabatan yang sarat akan pesan moral.

Konflik bermula saat Salma berusaha ingin merubah Nathan menjadi lebih baik, namun sayang Salma gagal melakukan itu. Sebenarnya Nathan adalah sosok yang baik, bertubi-tubi masalah menimpanya mulai dari kehilangan Daniel saudara kembarnya, perpisahan kedua orang tua yang akhirnya membuat sang mama depresi dan berujung pada kematian, serta pernikahan kembali ayahnya membuat Nathan terpukul dan berubah menjadi sosok yang kita kenal sekarang.

****

Disinilah pentingnya kalo kita sudah tau jalan cerita di buku pertama, sehingga di edisi Hello Salma kita akan lebih mudah memahami keseluruhan alur. Masih dalam genre yang sama, novel ini berkisah kehidupan Nathan pasca pindah sekolah dan memulai kehidupan baru setelah berpisah dari Salma. Hingga pertemuannya dengan Rebbeca, sosok yang paling dekat dengannya setelah Salma.

Tak berhenti di masa putih abu-abu, cerita melebar ketika Nathan mulai duduk di bangku perguruan tinggi hingga pertemuannya kembali dengan Salma. Belakangan Nathan baru tahu satu hal mengenai kegagalan Salma, seorang siswi berprestasi di sekolah yang terpaksa menunda keinginanya untuk kuliah.

Pertemuan Nathan dan Salma secara tak sengaja ternyata membawa kesedihan bagi Rebbeca. Seperti apa kelanjutan kisah cinta mereka, bagaimana ending cerita keduanya patut menjadi pertimbangan untuk membaca tuntas novel ini.

****

Buatku sendiri novel ini keren, di awal membaca aku jadi ingat akan novel karya Pidi Baiq (Dilan dan Milea). Sekilas kisah Nathan dan Salma tak jauh beda dengan Dilan Milea yang mengangkat kehidupan putih abu-abu. Tapi, setelah membaca keseluruhan cerita, isinya jauh beda dari segi konflik ataupun jalan cerita. So, nggak ada salahnya jika novel Hello Salma ini menjadi salah satu referensi bacaan yang menarik di akhir pekan.

Selamat membaca ya...


Tidak ada komentar:

Posting Komentar