.

Rabu, 20 Februari 2019

Tentang Film Antologi Rasa


Munculnya novel-novel best seller selalu menarik minat beberapa sineas untuk mengadaptasinya ke layar lebar. Narasi yang menarik serta fansbase dari pembaca novelnya sendiri seolah menjadi magnet. Di awal tahun 2019 ini, satu lagi film yang mengadopsi sebuah novel karya salah satu penulis di Indonesia.




Antologi Rasa, merupakan judul novel karya Ika Natassa. Mengambil judul yang sama, film Antologi Rasa bisa dinikmati mulai tanggal 14 Februari 2019 atau bertepatan dengan hari valentine, di seluruh bioskop di Indonesia.
Film yang disutradarai oleh Rizal Mantovani ini bercerita mengenai kehidupan empat orang yaitu Keara (Carissa Perusset), Harris (Herjunot Ali), Ruly (Refal Hadi) serta Denise (Atikah Suhaime). Awal persahabatan mereka dimulai ketika sama-sama masuk sebagai karyawan baru di sebuah bank, persahabatan mereka semakin kompleks sebab muncul perasaan cinta di dalamnya.
Film Antologi Rasa diawali dengan kepergian Harris (Herjunot Ali) serta Keara (Carissa Perusset) ke Singapura. Sisi awal film ini dibuka dengan alur maju mundur serta deskripsi perasaan masing-masing tokoh sebagaimana yang tergambar jelas dalam bukunya.
Antologi Rasa sendiri menyibak problematika cinta yang kerap kita jumpai di kehidupan sehari-hari. Konflik yang membantin antara Harris, Keara, Ruly dan Denise dimulai dari pertemuan pertama mereka hingga berlanjut pada penggalan-penggalan kisah cinta yang tertahan. Dari empat orang ini, hanya Denise yang sudah menikah. Namun, ia tidak pernah tahu jika Ruly menyimpan rasa. Sementara Keara justru punya rasa kepada Ruly yang tidak pernah ia ungkap. Cerita semakin rumit kala seorang Harris Risjad mengakui perasaan yang tertahan kepada Keara.
Konflik mulai memuncak ketika Keara dan Harris berada di Singapura. Mulai dari insiden kamar hotel, curhat Harris tentang wanita yang tepat untuknya, hingga Ruly yang menelpon Keara hanya untuk mengatakan bahwa ia sedang dibantu oleh Denise setelah cidera yang dialaminya. Inilah awal puncak dari kegalauan empat orang ini.
Harris dan Keara yang sedang mabuk berat di sebuah club malam terjebak dalam cinta yang bergelora dari satu sisi. Sayangnya, Harris yang sudah kadung suka dengan Keara mendapati cintanya bertepuk sebelah tangan. Keara akhirnya memutuskan pulang ke Indonesia pasca insiden yang menyebabkan hubungannya dengan Harris kian memburuk.
Sementara itu, Keara mencoba bermain-main dengan perasaannya terhadap Ruly yang perlahan mulai melepaskan Denise. Keberadaan Ruly dan Keara di Bali untuk urusan pekerjaan pun akhirnya membuat mereka saling jatuh hati.  Namun lagi-lagi hubungan semakin rumit ketika Ruly harus menerima kabar tentang Denise yang berada di rumah sakit. Ruly merasa jika Denise masih membutuhkannya di sampingnya terlebih hubungan Denise yang sedang tidak baik dengan suaminya. Setelah peristiwa ini mereka saling memalingkan diri, Ruly memilih tetap berada di samping Denise, Keara yang memutuskan mengakhiri perasaannya dengan Ruli, sementara Harris memutuskan resign dari pekerjaan dan memulai kehidupan baru di Singapura.
Semua pemain berhasil membawakan perannya dengan baik, Herjunot Ali sebagai Harris Risjad dengan style bad boy, Carissa Perusset sebagai Keara seorang wanita urban modern yang open minded, dan Refal Hadi sebagai Ruly sosok yang tak banyak bicara.
Kelemahan dari film ini adalah adegan yang terkesan loncat-loncat karena penggunaan alur maju mundur yang membuat penonton bingung. Tak seperti di novel, beberapa karakter dan cerita dihilangkan sehingga gambaran sosok Keara dan Ruly menjadi terasa kurang utuh bagi mereka yang sudah membaca novelnya. Kendati demikian, hal ini sejatinya bukan masalah besar karena membuat film fokus pada cerita cinta bersegi antara Harris, Keara, dan Ruly.
Gejolak cinta Harris, Keara, Ruly yang rumit dan membuat penonton menghela napas sepanjang film  ditutup dengan akhir yang manis.

If you make a girl laugh  she likes you, 
but if you make her cry she love you 
-Harris-



Selamat menonton ya…




Tidak ada komentar:

Posting Komentar