Senin, 23 Juli 2018

Tahu Kupat Khas Solo


Satu lagi kuliner khas kota Solo yang cukup legendaris, tahu kupat. Mendengar nama tahu kupat pasti kita bisa langsung menebak jika kuliner ini berbahan dasar ketupat. Lebih tepatnya sih ketupat di potong-potong kecil, kemudian ditambahkan dengan mie kuning, tauge, irisan tahu goreng, bakwan, tempe goreng, yang disiram dengan kuah.




Kuah yang dipakai juga tidak sembarangan, rasanya manis asam. Terbuat dari bawang putih, gula jawa, gula pasir, garam, daun jeruk, kecap. Sekilas rasanya mirip kuah empek-empek. Untuk yang suka pedas bisa ditambahkan dengan cabai rawit yang digerus sebelum kesemua bahan diracik.


Sebagai pelengkap hidangan tahu kupat, diatasnya bisa ditambah irisan seledri dan kacang goreng. Hmm nikmatnya. Sebenarnya di Solo sendiri ada beberapa versi tahu kupat. Di beberapa penjual ada yang mengganti kutupat dengan lontong, atau ada juga yang menambahkan telur dadar sebagai tambahan.




Jika orang Semarang punya kuliner tahu gimbal, orang Magelang dengan kupat tahunya. Di Solo tahu kupat menjadi satu kuliner yang legendaris dan jadi salah satu perburuan wisatawan saat mengunjungi kota Solo.


Tahu kupat berbeda dengan kupat tahu khas Magelang, atau tahu gimbal khas Semarang meski sama-sama berbahan dasar ketupat. Perbedaan terletak pada bumbu yang dipakai untuk menyiram dan beberapa isi yang digunakan. Jika tahu kupat identik dengan kuah yang manis dan segar, kupat tahu memakai sambal bumbu kacang yang ditumbuk kasar. 


Di Solo kita bisa dengan mudah menemukan kuliner tahu kupat, mulai dari yang berjualan keliling atau menetap. Untuk menikmati satu porsi tahu kupat dibanderol dengan harga Rp.9000-Rp.10.000, murah bukan.


Bagaimana tertarik untuk mencicipi tahu kupat?


Tidak ada komentar:

Posting Komentar