Inspirasi,

Berkunjung ke Panti Asuhan Santo Thomas

13.35 Patricia Dian 0 Comments




Bandungan merupakan salah satu destinasi wisata di Kabupaten Semarang yang banyak dikunjungi oleh wisatawan baik yang berasal dari Semarang maupun dari luar Semarang. Tidak dipungkiri pesona panorama alam serta hawa yang sejuk masih sangat terasa ditempat ini sehingga menjadi daya tarik tersendiri untuk wisawan berdatangan ke tempat ini.
Terbukti saat libur tiba, banyak  mobil berplat luar Kota memadati Bandungan untuk berlibur. Banyak pilihan objek wisata yang menarik untuk dikunjungi saat berlibur ke Bandungan. Sebut saja Candi Gedong Songo, Susan Spa and Resort, Pasar Bandungan, Kebun Bunga, Umbul Sidomukti dan Pondok Kopi yang masuk wilayah ini.
Namun tahukah kalian ternyata ada satu tempat yang membuatku tertarik untuk mengunjunginya, tempat itu adalah sebuah panti asuhan kecil bernama Panti Asuhan Santo Thomas.
Bukan tempat wisata memang, tapi menurutku sungguh sayang untuk dilewatkan jika kita sering berwisata ke Bandungan, tetapi tidak mengetahui jika masih satu area dari lokasi wisata terdapat sebuah Panti Asuhan, dimana disana tinggal saudara-saudara kita yang mungkin kurang beruntung seperti kita yang bisa merasakan jalan-jalan ataupun sekedar makan enak.
Panti Asuhan Santo Thomas merupakan sebuah panti asuhan dibawah sebuah yayasan Katolik Santa Maria Abdi Kristus, yang terletak di dekat Pasar Jimbaran Kabupaten Semarang. Berada disebuah desa yang merupakan destinasi wisata dan jauh dari hiruk pikuknya suasana kota Panti Asuhan ini berdiri. Tinggal disana dua orang suster yang bertugas untuk mendampingi anak-anak, seorang Suster kepala bernama Suster Florent dan Suster Yoani yang kebetulan menemaniku saat mengunjungi tempat ini. Suster Yoani menceritakan berbagai macam aktivitas anak-anak disini yang kesemuanya adalah laki-laki. Sama seperti kebanyakan anak-anak, mereka semua bersekolah, bermain, belajar, dan berkegiatan bersama. Tingkat pendidikannya pun berbeda-beda, ada yang masih SD, SMP sampai SMA. Jarak yang ditempuh untuk mereka bersekolah pun cukup jauh, yaitu di Ungaran. Setiap harinya mereka harus menempuh perjalanan dari Jimbaran ke Ungaran menggunakan angkutan umum. Sebuah perjuangan untuk memperoleh pendidikan dialami anak-anak disini, kendati demikian semangat dari anak-anak disini membuatku kagum.
Meskipun Panti Asuhan ini merupakan Yayasan Katolik, anak-anak yang berada disini bukanlah mereka yang beragama Katolik saja, melainkan mereka yang memiliki keyakinan serta suku dengan latar belakang berbeda satu sama lainnya. Ada yang berasal dari Jakarta, flores, Boyolali ujar Suster Yoani saat menjelaskan dengan penuh semangat. Dalam kesederhanaannya anak-anak disini diajarkan untuk hidup berbagi, saling menghormati satu sama lain layaknya saudara.
Suster Yoani menjelaskan bahwa setiap Bulannya di Panti Asuhan ini menerima kunjungan dari kelompok-kelompok ataupun keluarga-keluarga yang minta didoakan anak-anak yang berada disini.
Berada beberapa jam disini beberapa pelajaran hidup dapat saya petik, yang pertama adalah tentang semangat pelayanan yang diberikan Suster Florent dan Suster Yoani dalam mendampingi anak-anak disini. Diusianya yang terbilang sudah tidak muda lagi, Suster Yoani tetap semangat memberikan pelayanan untuk anak-anak disini tanpa memandang apa agamanya, dari mana dia berasal serta seperti apa latar belakang keluarganya. Sungguh pelajaran luar biasa dari tempat kecil ini, seharusnya dapat memberikan teladan Bangsa Indonesia sendiri. Ditengah isu tentang sara yang sedang hangat-hangatnya mengguncang NKRI, Suster serta anak-anak disini memberikan teladan tentang sebuah pelayanan, kasih untuk selalu berbagi, saling menghargai pebedaan yang ada.
Pelajaran kedua adalah tentang sebuah semangat yang membara anak-anak dari Panti Asuhan disini dalam menempuh pendidikannya. Ini merupakan tamparan keras bagi saya, ataupun mungkin bagi anak-anak lain yang memiliki hidup lebih beruntung dari mereka. Terkadang kita pun memiliki rasa malas ketika akan berangkat ke sekolah, berangkat kerja. Padahal kita tahu bahwa kita memiliki kemudahan berupa akses menuju tempat yang kita tuju lebih mudah dijangkau. Sedangkan anak-anak disini, mereka harus melalui perjalanan panjang naik angkutan umum, berangkat pagi hari pukul lima dan baru kembali lagi sekitar sore hari.
Untuk teman-teman yang mungkin sedang berkunjung ke Bandungan, sempatkan yuk menyapa saudara-saudara kita di Panti Asuhan Santo Thomas. Atau mungkin yang sedang merencanakan ingin mengadakan baksos atau berkegiatan, mungkin tempat ini bisa menjadi alternatif pilihan.
Salam hangat dari seorang sahabat untuk sahabatnya

0 komentar: